Cara Menghindari Kesalahan Saat Menggunakan Kartu Kredit

Di zaman yang semakin canggih ini, Anda jadi dipermudah dengan teknologi mutakhir yang akan membuat setiap aktivitas semakin praktis dan mudah. Berbagai masalah seperti transportasi, makanan, hingga alat pembayaran pun semakin berkembang pertahunnya. Ambil saja contohnya yaitu banyak orang-orang menggunakan uang elektronik untuk alat pembayaran seperti kartu debit atau kartu kredit.

Berkat adanya uang elektronik atau sering dikenal juga dengan e-money, Anda jadi tidak perlu repot lagi untuk membawa uang cash dalam jumlah yang masih banyak ketika bertransaksi. Cukup dengan menggesek sebuah kartu, Anda sudah dapat bertransaksi untuk segala keperluan. Salah satu contoh dari e-money yaitu kartu kredit dan kartu debit. Keduanya mempunyai fungsi yang sama yakni alat bertransaksi.

Meskipun keduanya mempunyai fungsi yang sama, namun antara kartu debit ataupun kartu kredit memiliki perbedaan yang cukup menonjol. Kartu kredit berguna untuk memudahkan para penggunanya dalam pembayaran dengan fungsi pinjaman atau hutan. Anda dapat mencicil hutang tersebut setiap bulannya, yang kemudian akan Anda bayarkan setiap bulannya. Kartu kredit ini juga mempunyai limit atau batas penggunaan yang telah disetujui oleh pihak bank selaku penerbit kartu.

Sementara kartu debit sendiri bukan kartu pinjaman melainkan kartu tabungan, dimana uang tunai tersebut tersimpan di rekening bank tempat Anda menabung. Dalam penggunaannya sendiri pun, Anda tidak dikenakan bunga dalam setiap transaksi. Berbeda dengan kartu kredit yang terdapat bunga saat Anda bertransaksi.Baca juga: Ini 7 Tips Menggunakan Kartu Kredit

Walaupun kartu kredit mempunyai bunga setiap bertransaksi, tapi tetap saja kartu kredit masih diminati oleh masyarakat modern. Kenapa? Karena kartu kredit di anggap masih menjadi pilihan terbaik dalam setiap transaksi keuangan. Kartu kredit dapat menjadi penolong untuk Anda saat ada urusan mendesak. Namun sayangnya, masih ada saja orang-orang yang salah menggunakan kartu kredit tersebut, sehingga mereka justru menjadi pusing.

Maka dari itu, mari kita simak apa sajakah kesalahan yang sering terjadi saat menggunakan kartu kredit dan bagaimana cara menghindarinya.

Menganggap Kartu Kredit sebagai Kartu Pinjaman
Jika Anda menganggap kartu kredit sebagai kartu untuk mencari pinjaman atau hutang, maka pemikiran Anda tersebut adalah salah. Sebaiknya, Anda membuang jauh-jauh rencana menjadikan kartu kredit sebagai tempat dana cadangan.

Apabila, Anda ingin menggunakannya karena keperluan mendadak dan dalam jumlah yang besar, pastikan Anda dapat melunasinya ketika tagihan dating. Kalau tidak dapat memastikan, maka lebih baik Anda mengajukan kartu kredit tanpa agunan ke bank.

Akibatnya kalau Anda salah menggunakan kartu kredit, maka Anda secara otomatis tidak mempunyai sikap disiplin untuk membayar tagihan perbulannya. Padahal bunga atas dana yang dipakai lewat kartu tersebut cukup besar, walaupun sudah turun jadi 2,25% per bulan.

Sikap yang bijak yaitu kartu kredit digunakan hanya untuk alat transaksi demi memudahkan dalam kontrol keuangan Anda. Berkat kartu kredit, Anda jadi tidak perlu membayar kebutuhan secara cash. Perlu di ingat, pemilik kartu kredit hanya mampu memanfaatkan berbagai promosi dari bank penerbit berupa cashback, diskon, poin reward dan poin airmiles.

Kartu Kredit Bukanlah Kartu Debit
Seperti yang dijelaskan sebelumnya di atas, bahwa kartu kredit mempunyai bunga yang harus dibayar di setiap proses transaksinya. Namun, banyak dari Anda yang memakai kartu kredit sebagai kartu debit, dengan cara mengambil uang cash di ATM Bank terbitan dari kartu kredit tersebut. Hingga pada akhirnya, Anda harus membayarkan cicilannya dengan jumlah yang lumayan besar. Maka dari itu, sebisa mungkin hindari penarikan uang tunai dengan menggunakan kartu kredit, sebab nantinya Anda akan dikenakan bunga dan biaya tarik tunai yang sangat tinggi, bahkan lebih tinggi dari pada uang yang Anda ambil.

Membayar Cicilan Minimum
Kesalahan berikutnya yang sering terjadi adalah membayar tagihan kartu kredit dengan pembayaran minimum. Dari nilai belanja yang telah Anda lakukan, Anda hanya membayar nilai minimum seperti tertera di setiap tagihan. Akibatnya, tagihan Anda akan terus bertambah besar karena bank sudah mengenakan bunga atas akumulasi sisa utang dan bunga pinjaman sebelumnya.

Sikap yang bijak yakni, Anda harus membayar seluruh tagihan kartu kredit sebelum jatuh tempo. Hal itu dikarenakan oleh perlunya Anda memastikan apakah masih memiliki dana di rekening tabungan sebelum menggunakan kartu kredit. Dana itulah yang nantinya akan digunakan untuk membayar tagihan kartu kredit. Oleh sebab itu, sebelum menggunakan kartu kredit untuk bertransaksi, Anda perlu tahu nilai tabungan supaya transaksi kartu kreditmu tidak melebihi dana di tabungan.

Tidak Mau Berkonsultasi dengan Pihak Bank
Apabila kondisi keuangan Anda sedang buruk sehingga sulit membayar tagihan, Anda tak perlu malu mendatangi bank penerbit kartu kredit untuk berkonsultasi. Pihak bank dapat membantu untuk mengatur rencana pembayaran tagihan lewat negosiasi.

Intinya, kalau terjadi masalah keuangan yang membuat tagihan tak terbayar, tak perlu malu menceritakan kesulitan itu kepada bank karena bank mempunyai suatu kebijakan internal untuk membantu meringankan cicilan nasabah, seperti dengan memperpanjang jangka waktu cicilan atau mengurangi denda.

Kesulitan keuangan yang Anda alami boleh jadi karena Anda tidak mengetahui batas transaksi kartu kredit dibandingkan dengan penghasilan Anda sendiri. Sebaiknya Anda menghindari nilai transaksi kartu kredit lebih dari 20 persen dari pendapatan bersih tahunan, tidak termasuk KPR. Anda perlu menjaga agar pembayaran hutang-hutang kartu kredit tidak boleh melebihi 10 persen dari pendapatan bersih bulanan.

Tergoda Cicilan 0% atau Diskon 50%
Diskon memang menjadi satu kelemahan setiap orang, terutama pada wanita, terlebih lagi kalau melihat nominal diskon hingga 50%. Cicilan 0% dan diskon 50% memang selalu menjadi godaan terbesar, dalam sejarah penggunaan kartu kredit.

Tak jarang, Anda selalu tertarik dan akhirnya memutuskan untuk membeli barang melalui sistem kredit, jika hanya 1 item saja memang tidak begitu menjadi masalah. Tapi bagaimana kalau Anda tergiur untuk banyak membeli item? Pastinya Anda akan terjebak dengan banyaknya cicilan bukan? Pikir-pikir dulu ya Girls.

Menyepelekan Tanggal Jatuh Tempo
Tak dipungkiri memang kebanyakan pemilik kartu kredit lupa mencatat tanggal jatuh tempo tagihan atau sekedar memandang remeh jatuh tempo tagihan kartu kredit. Akibatnya, pembayaran tagihan sering terlambat sehingga terkena denda dan bunga.

Di sinilah, Anda dapat kewalahan mengatur keuangan. Karena itu, jangan malas mencatat tanggal jatuh tempo tanggal tagihan kartu kredit di buku catatan pribadi atau di smartphone. Telat membayar tagihan sangat tidak disarankan bagi para pemegang kartu kredit. Mengapa? Karena Anda akan terkena denda keterlambatan (late charge), plus bunga yang dikenakan atas sisa limit.

Misalnya Anda punya hutang Rp 2 juta di kartu kredit. Apabila telat sehari saja, Anda telah terkena late charge sebesar minimal Rp 60 ribu dan bunga sebesar 2,25 persen mulai Juni 2017 dari sisa limit di kartu kredit atau sebesar Rp 59 ribu. Jadi total yang harus Anda bayar adalah Rp 119 ribu atau dengan kata lain 6 persen dari total utang Anda dalam satu bulan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *