Tips Agar Tidak Terjerat Hutang Kartu Kredit

Kartu kredit memang mempunyai keuntungan di kala keadaan darutan saat Anda tidak memiliki uang tunai. Misalnya saat memerlukan biaya pelunasan rumah sakit, maka Anda dapat menggunakan kartu kredit sebagai alat pembayaran. Karena itulah, Anda diberi wewenang untuk melunai kartu kredit dalam jangka waktu satu bulan kemudian. Dengan kartu kredit, si pengguna memperoleh berbagai kemudahan namun juga si pengguna harus memiliki tanggung jawab. Sebab, jika tidak hati-hati, Anda bisa terjerat hutang yang tak ada habisnya.

Gunakan Sesuai Kebutuhan
Jika Anda takut terjebak banyak hutang karena kartu kredit, maka dari itu mulai sekarang Anda harus memahami prinsip dasar ketika memakai alat pembayaran kartu tersebut. Yang pertama kali Anda lakukan gunakanlah sesuai kebutuhan. Jangan terlalu menganggap memiliki kartu kredit membuat Anda berfoya-foya menghamburkan uang, tapi Anda juga harus selalu mengingat kalau kartu kredit adalah kartu hutang-piutang. Jadi gunakanlah ia sebagai alat bantu pembayaran yang hanya membantu di saat-saat Anda kekurangan uang. Apalagi jangan tergoda dengan diskon ataupu promo sehingga nantinya malah membuat kewajiban pembayaran kartu jadi melonjak.

Pilih Cicilan
Yang kedua yang harus Anda pikirkan adalah memilih cicilan. Saat ini memang banyak sekali promo yang di tawarkan kartu kredit, contohnya program cicilan 0 persen. Namun ketahuilah bahwa cicilan yang ditawarkan 0 persen tetapi hitunglah berapa jumlah cicilan yang mesti Anda bayar setiap bulannya. Contohnya, saat Anda mempunyai kartu kredit dengan limit sebesar Rp 15 juta. Lalu, Anda membeli barang seharga Rp 12 juta dengan bunga 0 % untuk cicilan setahun. Artinya, Anda memiliki kewajiban untuk membayar cicilan sebesar Rp 1 juta perbulannya. Selalu ingat, kewajiban kredit lain yang masih harus dibayarkan walaupun bebas bunga 0 persen.

Hindari Pembayaran Minimum
Selanjutnya yang harus Anda pahami adalah ingat tanggal jatuh tempo. Sebisa mungkin bayarlah kartu sebelum tanggal jatuh tembo. Usahakan untuk dapat melunasi semua tagihan dan jangan membayar tagihan minimum. Pembayaran minimum ini memang hanya mewajibkan Anda untuk membayar 10 % saja dari jumlah keseluruhan, tetapi Anda akan dikenakan bunga untuk bulan berikutnya.

Sebab, apabila Anda membayar tagihan secara penuh, maka bunga dari jumlah yang belum dibayar akan ditambahkan ke dalam hutang. Jadi jika memang sangat-sangat terpaksa untuk membayar minimum, Anda harus membayar dua hingga tiga kali lipat dari jumlah minimum yang ada. Sebenarnya, tujuan utama dari pembayaran minimum ini ialah untuk memastikan supaya rekening kartu Anda bebas dari masalah dan menunjukkan bahwa Anda selalu mematuhi syarat dan ketentuan dari bank.

Apa yang harus Anda lakukan bila sudah terlanjur terjebak dalam pembayaran minimum kartu kredit? Satu-satunya cara yakni dengan menghentikan penggunaan kartu kredit Anda tersebut. Anda juga bisa meminta bantuan kepada lembaga penerbit kartu kredit supaya mengganti tenggat waktu pembayaran. Umumnya, tanggal jatuh tempo bertepatan dengan pertengahan bulan. Anda dapat meminta ganti menjadi akhir bulan. Sehingga ketika menerima gajian, Anda langsung dapat membayar lunas hutang kartu kredit tersebut.

Apabila tidak bisa, maka jurus terakhir yang Anda lakukan yaitu meminta penyelesaian ringan dan murah kepada pihak bank. Inilah yang disebut dengan “debt reshedulling” atau penjadwalan ulang hutang dengan cicilan tertentu. Cobalah datangi bank penerbut dan tanyakan program tersebut, biasanya saat Anda menandatangi kesepakatan di atas materai Rp 6000, Anda diharuskan membayar cicilan pertama dan mesti dilakukan per bulanya.

Batasi Jumlah Pemakaian
Menurut Anda mana yang lebih baik, mempunyai satu buah kartu kredit dengan jumlah limit tinggi atau banyak memiliki kartu kredit tapi memiliki limit yang rendah dan mencapai jumlah limit yang Anda harapkan? Jika Anda memilih opsi pertama, selamat, karena itulah memang jawaban yang terbaik. Ingatlah setiap kartu kredit mempunyai biaya yang harus dibayarkan tiap bulannya.

Sehingga apabila Anda mempunyai banyak kartu kredit, maka semakin banyak pula biaya yang harus Anda setor. Banyaknya pengeluaran setiap bulannya juga akan menambah kepala Anda pusing tujuh keliling, apalagi jika tagihan sudah disertai dengan bunga. Karena itulah, jangan sampai Anda ‘menabung’ kartu kredit jika tidak mau terjerat hutang lebih banyak lagi.

Memang saat ini Bank Indonesia (BI) semakin memperketat pembatasan kepemilikan kartu kredit kepada semua rakyat Tanah Air, yakni maksimal dua kartu kredit untuk satu orang saja sejak tanggal 1 Januari 2013 lalu yang terus masuk tahap penyesuaian hingga 31 Desember 2014.

Bijak Gunakan Limit
Terkadang sering timbul pertanyaan, ‘Berapa limit yang di inginkan untuk kartu kredit Anda?’ mungkin Anda akan menjawab ‘yang paling tinggi’. Bank atau penerbit kartu kredit akan mempunyai acuan untuk menentukan limit kartu tersebut. Sesuai aturan pembatasan kartu kredit, BI juga akan membatasi kepemilikian kartu kredit nasabah.

Untuk nasabah yang memiliki gaji perbulannya dari Rp 3 – 10 juta, maksimal hanya mempunyai kartu kredit dari 2 bank saja. Sedangkan untuk penghasilan lebih dari Rp 10 juta ke atas tergantung penilaian bank itu sendiri. Supaya tidak terjebak dalam masalah pembayaran nantinya, Anda juga harus bijak memakai limit kartu kredit sesuai kebutuhan. Jangan alih-alih diberi limit kartu kredit melebihi tiga kali lipat dari gaji Anda, lalu Anda sesuka hati menghabiskan limit tersebut.

Jangan Tergoda dengan Diskon
Pastinya Anda mengetahui bahwa setiap mata pelajaran ekonomi selalu di jelaskan dengan alasan orang berbelanja karena adanya kebutuhan dan keinginan. Namun, orang-orang saat ini sering kali berbelanja karena ada diskon dan cicilan. Orang yang belum butuh smartphone baru, akan langsung beli smartphone jika adanya diskon dan cicilan atas nama kartu kredit. Padahal uang untuk membayar kartu kredit belum tersedia di bulan depan sehingga pengguna akan membayar kartu kredit dengan nilai minimal. Setelah ditotal, ternyata harga barang tidak jauh berbeda dari harga asli bila ditambahkan dengan bunga kartu kredit.

Jangan Selalu Membayar dengan Kartu Kredit
Memang pada dasarnya kartu kredit digunakan untuk membayar belanjaan Anda, tapi jangan terlalu bergantung padanya. Apalagi jika Anda adalah shopaholic, dalam artinya gila belanja, pastinya Anda takut tidak bisa mengontrol kebiasaan belanja Anda. Maka dari itu sebaiknya bawalah hanya satu kartu kredit saja. Usahakan untuk membawa kartu dengan limit terkecil dan sebagai antisipasi bila Anda tak bisa menahan lagi godaan diskon, sebaiknya Anda juga membawa sejumlah uang tunai.

Sebagai pengguna kartu kredit, kita harus pintar-pintar mengolah pengeluarannya jika tidak ingin terlilit hutang. Kita tetap harus bijak ketika berbelanja dan jangan terlalu menghabiskan uang gara-gara tergiur dengan godaan dan cicilan kartu kredit. Apabila sudah terjebak hutang kartu kredit, lama-lamaan bunga pun akan menumpuk dan hutang pun bertambah banyak. Jadi, berhati-hatilah Sobat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *