Tips Menggunakan Kartu Kredit untuk Modal Usaha

Hampir semua orang dimuka bumi ini tahu dengan kartu kredit. Benda berbentuk persegi panjang itu memang dikenal sebagai alat pembayaran yang memudahkan penggunanya untuk bertransaksi segala macam produk. Mulai dari pakaian, perhiasan, mobil, motor hingga murah. Kartu kredit pun menjadi trend ‘kekinian’ sehingga tak heran masyarakat rata-rata sudah memilikinya, termasuk di Indonesia.

Berbagai manfaat kartu kredit juga menjadi faktor utama kenapa orang-orang rela antri untuk mengajukan permohonan kartu kredit. Apalagi sekarang, pihak bank telah mempermudah masyarakat untuk mengajukan aplikasi kartu kredit secara online sehingga mereka hanya perlu duduk manis di depan PC sambil membuka situs resmi bank penerbit kartu kredit. Sangat mudah bukan?

Saat ini, kartu kredit telah beralih fungsi dari awalnya hanya sekedar alat pembayaran tanpa perlu uang cash, kini menjadi alat untuk memperoleh pembiayaan atau kredit yang cepat. Untuk Anda yang masih asing dengan mekanisme kerja dari kartu kredit ini adalah berawal dari pemilik kartu yang ingin membeli sesuatu tetapi tidak sedang membawa uang cash. Maka ia dapat menggesekkan kartu kredit tersebut tanpa perlu membayar saat itu juga.

Menurut Petrus Andre, seornag Financial Content Manager di salah satu situs konsultasi jasa keuangan, menyatakan bahwa pembayaran dapat dilakukan hingga datangnya tanggal jatuh tempo. Selama masa itu, pemegang kartu kredit di anggap berhutang kepada pihak penerbit kartu. Apabila terlambat membayar, maka ia akan dikenakan denda oleh perusahaan penerbit kartu tersebut.

Kartu Kredit yang Multi Fungsi

Selain sebagai alat pembayaran, ternyata kartu kredit dapat digunakan untuk berbagai hal keperluan lainnya, terutama apabila Anda ialah orang yang kreatif. Salah satu hal yang dapat Anda manfaatkan dari kartu ini yaitu sebagai modal usaha yang bisa digunakan hingga puluhan juta bahkan bisa mencapai sampai ratusan juta rupiah lho!

Hebatnya lagi, proses mendapatkan modal usaha dari kartu kredit ini hampir nyaris tanpa syarat apapun. Hal tersebut disebabkan karena hanya mengajukan sejumlah pinjaman ke perusahaan bank penerbit kartu kredit, Anda akan langsung segera mendapatkan modal usaha ini.

Secara teoritas, memang sangat mudah dan praktis. Untuk lebih jelasnya, akan kami jabarkan kepada Anda bagaimana cara legal dengan memanfaatkan kartu kredit sebagai modal usaha, yang dapat Anda lakukan dimanapun dan kapanpun. Tetapi, bukan dengan sistem gesek tunai sebab praktek tersebut dilarang. Walaupun begitu, tentu ada resiko yang harus Anda tanggung dan ada pula yang harus dipersiapkan.

Tips Menggunakan Kartu Kredit untuk Modal Usaha

Setiap jenis kartu kredit dari berbagai bank penerbit tentu saja memiliki limit atau batas penggunan yang bervariasi, mulai dari Rp 5 juta hingga Rp 50 juta, bahkan bisa lebih. Semakin tinggi limit dari kartu kredit, maka akan semakin bagus pula untuk Anda mendapatkan modal usaha yang cukup besar. Contoh kartu kredit yang mempunyai limit cukup tinggi dan fitur banyak yaitu CIMB Niaga, BCA, atau Bank Mandiri.

Berapapun plafon kartu kredit yang Anda miliki, rata-rata cara mendapatkan modal dari kartu tersebut hampir sama. Salah satu cara yang dapat Anda coba adalah dengan Kredit Tanpa Agunan atau KTA. Sistem KTA sendiri merupakan layanan pengajuan pinjaman yang diberikan oleh pihak bank kepada para nasabahnya, yang mana di peminjam atau nasabah tidak wajib untuk memberikan agunan atau jaminan kepada bank.

Namun dari jumlah pinjaman KTA umumnya tidaklah besar sebab tidak adanya agunan yang diberikan. Oleh sebab itulah, pihak bank sangat berhati-hati dalam meminjamkan sejumlah dana kepada pemohon KTA. Jumlah dana yang dapat dipinjamkan pun terbilang kecil kalau pemohon melalui KTA, paling banyak hanya puluhan juta saja. Nominal tersebut lebih kecil daripada kredit multi guna yang mensyaratkan agunan atau jaminan, contohnya BPKB atau sertifikat rumah.

Bila tidak ada jaminan dalam KTA, jadi pihak bank tidak ada pegangan saat memberikan pinjaman yang banyak. Kalaupun ada jaminan, mereka akan langsung menyita jaminan tersebut apabila kredit macet. Tetapi kalau tak ada jaminan? Justru ribet prosesnya. Untuk itulah, peran kartu kredit disini. Berkat kartu kredit berlimit tinggi, Anda dapat mengambil pinjaman hingga ratusan juta! Apalagi, jika Anda rajin membayar tagihannya tepat waktu sehingga pihak bank pun percaya dan loyal kepada Anda.

Simulasi KTA (Kredit Tanpa Agunan)

Jika Anda sebagai pengusaha yang sedang mencari modal usaha, dan kebetulan memiliki kartu kredit, pasti terbesit bagaimana caranya menggunakan layanan KTA ini. Maka dari itu, kami akan memberikan contoh stimulasi yang mudah seperti di bawah ini:

Misalnya Anda ingin meminjam dana sebesar Rp 100 juta dengan bunga 0,99 % per bulannya dan lama cicilan selama 24 bulan. Maka cicilan per bulannya yaitu:
Cicilan pokok: Rp 100 juta dibagi dengan 24 = Rp 4.166.666
Bunga per bulan: 0,99 % x Rp 100 juta = Rp 990.000

Maka, total cicilan yang Anda bayar tiap bulannya adalah Rp 5.156.666. Nominal itu pun hanya untuk menutup cicilan KTA sehingga sebagai seorang pengusaha, pastikan penghasilan tiap bulannya harus lebih besar dari itu. Paling tidak dua kali lipatnya sehingga usaha dapat berjalan mulus dan dapur pun terus mengepul.

Jadi, sebelum Anda mengajukan KTA lebih baik pikirlah matang-matang untuk membuka bisnis itu. Jangan sampai pinjaman sudah di tangan, namun bisnis Anda hanya berjalan selama dua-tiga bulan lalu bankrut sehingga bisa-bisa hutang pun jadi menggunung. Hal inilah menjadi salah satu resiko terbesar memakai kartu kredit sebagai jaminan modal buka usaha.

Resiko Hutang Bertambah

Selain resiko di atas, ada lagi resiko yang juga mengancam kenyamanan hidup Anda jika menggunakan kartu kredit sebagai modal usaha. Tentunya, Anda punya kartu kredit bukan hanya untuk pinjaman KTA saja kan? Pastinya, kartu kredit ini dipakai untuk berbelanja hal lainnya.

Jika Anda memakai kartu kredit untuk berbelanja dan KTA sekaligus, itu berarti akan muncul dua tagihan tiap bulannya yakni KTA dan kartu kredit. Dengan begitu, jika Anda tidak cukup bijak mengatur pola keuangan, maka habislah sudah. Anda akan dikejar terus-menerus dengan hutang.

Permasalahan itulah yang sering terjadi dimasyarakat luas. Kartu kredit bisa menjadi malapetaka karena pengguna merasa seperti buronan yang terus dikejar-kejar. Oleh karena itu, rencana matang pun sangat diperlukan sebelum ambil keputusan kartu kredit dan KTA sekaligus.

Tetapi beda ceritanya, kalau Anda adalah orang yang ahli mengatur keuangan. Bijak dalam mengatur uang masuk dan pengeluaran. Kata hutang pun bukan jadi masalah lagi ditelinga Anda.

Lihat saja contohnya diluar sana. Banyak negara, termasuk Tanah Air Indonesia yang mampu menggerakkan roda perekonomian dan pembangunannya berkat hutang dengan negara lain. Namun selalu ingatlah, hutang adalah kewajiban sehingga jangan sampai Anda menganggap remeh hutang, karena ia dapat mencelakakan hidupmu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *